
KUALALUMPUR - Pemerintah Malaysia meningkatkan pengawasan di Bandara Internasional Kuala Lumpur setelah ditemukan sejumlah kasus penumpang yang menjadi korban praktik calo transportasi. Modus yang digunakan adalah menawarkan layanan perjalanan dari bandara menuju pusat kota dengan tarif yang jauh lebih mahal daripada harga normal.
Menurut otoritas setempat, biaya perjalanan yang umumnya sekitar 80 ringgit Malaysia dapat melonjak menjadi 300 hingga 500 ringgit akibat ulah oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan wisatawan, terutama turis asing.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Road Transport Department (JPJ) bersama Kementerian Perhubungan Malaysia dan Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) memperkuat operasi pengawasan di dua terminal KLIA. Selain menambah personel, petugas juga melakukan penyamaran guna mengidentifikasi pelaku praktik percaloan.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari operasi yang telah dilaksanakan sebelumnya dan bertujuan menciptakan layanan transportasi bandara yang lebih aman, transparan, dan nyaman bagi seluruh penumpang.
KLIA merupakan salah satu bandara terbesar di kawasan Asia Tenggara dan menjadi pintu masuk utama bagi jutaan wisatawan yang berkunjung ke Malaysia setiap tahunnya.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |