
JAKARTA - Pemerintah mempercepat pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 Mega Watt (MW) sebagai upaya memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Sumatera. Langkah tersebut dilakukan setelah proyek pembangkit sempat menghadapi kendala akibat bencana banjir pada November 2025.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan proyek strategis nasional tersebut di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Ia memastikan proses pengujian teknis pembangkit berjalan bersamaan dengan penyelesaian sejumlah persoalan administratif agar PLTA Batang Toru dapat segera masuk ke jaringan listrik nasional.
Menurut Yuliot, percepatan ini penting untuk menjaga ketersediaan energi, terutama karena kondisi pasokan listrik di Sumatera membutuhkan perhatian. Dengan keterbatasan sumber energi primer lainnya, keberadaan PLTA Batang Toru dinilai dapat membantu memperkuat pasokan listrik regional.
Sebelumnya, bencana banjir menyebabkan lima menara transmisi mengalami kerusakan sehingga berdampak terhadap keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Pemerintah kemudian mendorong percepatan pembangunan kembali jaringan transmisi agar energi yang dihasilkan PLTA Batang Toru dapat tersalurkan secara maksimal.
Proyek pembangkit senilai sekitar Rp21,6 triliun yang dikelola oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) tersebut juga sempat terkendala akibat sanksi administratif. Namun, perusahaan kini telah mendapatkan izin untuk kembali melanjutkan pembangunan.
Saat ini, tim teknis tengah melakukan serangkaian pengujian operasional. Salah satu tahap penting dalam proses tersebut adalah penggenangan air karena sistem turbin PLTA membutuhkan kondisi tersebut agar dapat diuji secara menyeluruh.
Pemerintah juga menilai beroperasinya PLTA Batang Toru memiliki peran penting dalam mengejar target peningkatan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Saat ini kontribusi energi bersih nasional masih berada pada kisaran 16-17 persen, sementara target bauran EBT pada akhir 2026 ditetapkan mencapai 21 persen.
Yuliot menegaskan percepatan berbagai proyek energi terbarukan diperlukan agar target tersebut dapat tercapai sesuai rencana.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |