
KARACHI - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mematuhi komitmen dalam kesepakatan perdamaian yang telah disepakati kedua negara. Kesepakatan tersebut dikenal sebagai Nota Kesepahaman Islamabad yang dimediasi oleh Pakistan.
Desakan itu disampaikan Sharif dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (10/7/2026). Dalam pembicaraan tersebut, Sharif meminta seluruh pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat mengancam stabilitas serta perdamaian yang telah dibangun.
Menurut pernyataan Kantor Perdana Menteri Pakistan, Sharif menyebut Nota Kesepahaman Islamabad sebagai fondasi penting untuk memperkuat saling pengertian, penghormatan, dan kerja sama demi kemakmuran bersama di Timur Tengah maupun kawasan sekitarnya.
Sharif juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ia menekankan perlunya langkah cepat untuk memulihkan perdamaian dan menjaga keamanan kawasan.
Pakistan, kata Sharif, akan terus berperan sebagai mediator yang berupaya memfasilitasi dialog antara pihak-pihak terkait demi terciptanya stabilitas regional.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas dukungan dan peran Pakistan dalam mendorong perdamaian. Ia menegaskan kembali komitmen Iran terhadap upaya menjaga stabilitas kawasan serta memuji kontribusi konstruktif Pakistan dalam proses diplomasi.
Kedua pemimpin juga membahas tindak lanjut sejumlah kesepakatan bilateral dan sepakat mempercepat kerja sama di berbagai sektor, sekaligus melanjutkan konsultasi terkait isu strategis dan perdamaian regional.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |