
TAIPEI - Taiwan akan melakukan simulasi pembatasan layanan internet seluler dalam latihan pertahanan sipil tahunan yang digelar Agustus 2026. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menguji kesiapan masyarakat menghadapi kondisi darurat ketika jaringan komunikasi mengalami gangguan.
Dalam latihan selama 30 menit itu, sejumlah layanan yang membutuhkan kapasitas jaringan besar, seperti panggilan video, layanan streaming, dan pengunggahan foto ke media sosial, akan dibatasi di 14 kota dan wilayah di bagian utara serta tengah Taiwan.
Wilayah yang menjadi lokasi simulasi tersebut mencakup sekitar 70 persen dari total populasi Taiwan. Pemerintah setempat menyebut latihan ini bertujuan mengukur kemampuan warga dalam menggunakan sarana komunikasi alternatif ketika jaringan utama tidak berfungsi secara optimal.
Seorang pejabat keamanan Taiwan mengatakan simulasi tersebut merupakan bagian dari peningkatan kesiapsiagaan nasional menghadapi berbagai kemungkinan krisis, mulai dari bencana alam hingga ancaman konflik.
"Latihan ini diharapkan tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga membantu masyarakat memahami cara berkomunikasi dengan berbagai metode ketika terjadi gangguan," ujarnya.
Taiwan meningkatkan perhatian terhadap ketahanan sistem komunikasi setelah beberapa kali terjadi gangguan pada kabel komunikasi bawah laut dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menilai gangguan tersebut dapat terjadi akibat faktor alam, sabotase, maupun tekanan nonmiliter.
Selain menguji jaringan komunikasi, Taiwan juga rutin melakukan latihan menghadapi skenario bencana kompleks yang menggabungkan berbagai ancaman, termasuk gempa bumi, serangan siber, hingga konflik bersenjata.
Ketegangan antara Taiwan dan China menjadi salah satu alasan pemerintah Taipei memperkuat kesiapan pertahanan. China masih mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut.
Latihan pembatasan internet akan digelar bersamaan dengan simulasi serangan udara tahunan, yakni pada 10 Agustus untuk wilayah Taiwan tengah dan 13 Agustus untuk wilayah utara.
Pemerintah memastikan fasilitas penting seperti layanan darurat, mesin ATM, dan sistem lalu lintas tetap berjalan selama latihan berlangsung.
Masyarakat juga diarahkan untuk menyiapkan alternatif komunikasi, seperti telepon rumah, jaringan internet kabel, maupun radio komunikasi. Pemerintah Taiwan turut mengimbau warga membuat rencana komunikasi keluarga apabila jaringan seluler mengalami gangguan dalam situasi darurat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |