ESC : ( Tutup Form )

Flu Burung H5N1 Diperkirakan Menyebar di Seluruh New Zealand dalam Beberapa Bulan


Minggu, 19  Juli  2026 - 16:50 WIB

Flu Burung H5N1 Diperkirakan Menyebar di Seluruh New Zealand dalam Beberapa Bulan
Foto Berita

WELLINGTON - Otoritas kesehatan hewan New Zealand memperkirakan virus flu burung H5N1 berpotensi menyebar luas dan menjadi endemik di negara tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Perkiraan itu muncul setelah kasus pertama virus H5 terdeteksi pada seekor burung laut liar yang ditemukan di Pantai Petone, Wellington.


Kepala Petugas Veteriner Kementerian Industri Primer New Zealand, Mary van Andel, mengatakan keberadaan virus di populasi burung liar akan menyulitkan upaya pemberantasan. Menurutnya, apabila virus telah menetap di alam liar, peluang untuk menghilangkannya secara menyeluruh menjadi sangat kecil.


Profesor Dianne Brunton dari Universitas Auckland menilai letak geografis New Zealand yang terisolasi tidak lagi menjadi jaminan negara itu bebas dari penyebaran virus. Ia menyebut H5N1 kemungkinan akan terus bertahan di populasi burung liar, meskipun hingga kini belum ditemukan bukti terjadinya kematian massal satwa maupun penularan yang meluas di dalam negeri.


Meski virus tersebut diketahui dapat menular dari burung ke manusia, Van Andel menegaskan bahwa kasus penularan pada manusia masih tergolong jarang. Ia juga memastikan keamanan pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan makanan.


Ahli virologi dari Universitas Otago, Profesor Jemma Geoghegan, mengatakan New Zealand telah mempersiapkan diri menghadapi masuknya virus setelah penyebarannya terdeteksi di Australia dan sejumlah negara lain. Menurutnya, pengujian cepat, pengurutan genom virus, serta pemantauan intensif terhadap burung liar menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyebaran sejak dini.


Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Departemen Konservasi New Zealand mulai memberikan vaksin kepada sekitar 300 burung indukan dari lima spesies yang terancam punah, termasuk kakapo dan takahe. Program tersebut bertujuan melindungi populasi satwa langka dari dampak penyebaran H5N1.


Sementara itu, epidemiolog Universitas Massey, Nigel French, mengingatkan bahwa penyebaran virus dapat mengancam kelangsungan hidup sejumlah spesies burung yang populasinya sangat kecil, seperti fairy tern atau camar peri. Ia menilai wabah H5N1 berpotensi meningkatkan risiko kepunahan apabila tidak dapat dikendalikan secara efektif.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com