
JEMBER - Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Bambang Wibawarta, menghadiri puncak penyelenggaraan Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang digelar di Central Park, Jember, Jawa Timur. Kehadiran Kemenbud menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan kebudayaan, industri fesyen, dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Mengusung tema "HEAL: Human, Earth, Life", JFC 2026 melibatkan lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Parade budaya dan fesyen tersebut menempuh rute sepanjang sekitar 3,6 kilometer, dimulai dari kawasan Alun-alun Jember menuju GOR PKPSO Kaliwates.
Dalam gelaran itu, peserta menampilkan delapan defile, yakni Gaia, Roots, Noise, Conscience, Rebirth, Pandemic, White Guardian, dan Sanctuary. Setiap penampilan membawa pesan mengenai kepedulian terhadap manusia, lingkungan, dan keberlangsungan kehidupan.
Bambang Wibawarta menilai JFC telah berkembang menjadi lebih dari sekadar peragaan busana. Menurutnya, ajang tersebut menunjukkan bagaimana budaya dapat dipadukan dengan kreativitas sehingga menjadi kekuatan dalam mendukung pariwisata, memperkuat identitas bangsa, sekaligus membuka peluang ekonomi.
Ia juga menegaskan bahwa kekayaan budaya Indonesia perlu terus dihidupkan melalui inovasi dan karya kreatif agar memberikan manfaat tidak hanya dari sisi budaya, tetapi juga sosial dan ekonomi. Karena itu, Kemenbud memberikan apresiasi kepada penyelenggara, para seniman, desainer, perajin, relawan, serta pemerintah daerah yang selama ini berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan JFC.
Bambang berharap Jember Fashion Carnaval terus berkembang sebagai ruang lahirnya talenta-talenta kreatif Indonesia dan menjadi salah satu sarana diplomasi budaya di tingkat internasional. Menurutnya, kreativitas yang berakar pada tradisi mampu memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang kaya budaya sekaligus inovatif.
JFC 2026 berlangsung pada 24-26 Juli dengan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari Kids & Art Carnaval, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI), hingga Grand Carnival. Sejumlah karya bertema eco-fashion berbahan daur ulang juga ditampilkan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Jember Muhammad Fawait, serta sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |